Kontak Kami

( pcs) Checkout

Beranda » Artikel Terbaru » Geliat Batik Madura di Pasar Dunia

Geliat Batik Madura di Pasar Dunia

Diposting pada 15 December 2017 oleh admin

Geliat batik madura di pasar dunia makin bersinar seiring dengan tumbuh kembangnya teknologi internet. Kini, belanja batik madura tidak harus datang ke sentra pengrajin batik di madura baik di pamekasan maupun tiga daerah lain di madura yakni, Bangkalan, Sampang, dan Sumenep. Pecinta batik tulis madura bisa mendapatkan kain batik kesukaan melalui toko online yang semakin banyak jumlahnya.

Gencarnya pemasaran batik melalui media online telah mengangkat batik madura hingga mampu menembus pasar eropa dan Jepang. sejumlah kolektor batik dari Belanda sangat mengagmi batik madura karena keindahan warna dan detil motif yang menawan. Gairah membatik bagi perajin batik asal Pamekasan, Madura makin menggelora untuk terus berkreasi menciptakan motif-motif baru yang diminati para pecinta model baju batik modern dengan bahan dasar kain batik tulis.

Batik Tulis Madura

Batik Madura dalam Gelar Tari di Paris, Perancis

Ratusan pembatik asal Pamekasan tiada henti membatik, bahkan hingga larut malam terus berkarya mengerjakan pesanan seragam batik yang terus membanjir. Hal ini dilakukan karena permintaan pesanan seragam batik yang terus berdatangan dari berbagai penjuru kota di Indonesia. Dulu, kegiatan membatik hanya sebagai pekerjaan sambilan setelah bekerja di sawah-ladang, namun sekarang membatik sudah menjadi kegiatan keseharian ibu-ibu di kampung-kampung batik seperti; desa toket, banyumas klampar, toronan, bahkan di dusun podhek, desa rang-perang daja, kec. Proppo, Pamekasan.

Baca juga: Mengenal Sejarah Batik Madura

Dari dusun Podhek, desa Rang-Perang Daja inilah hadir batik tulis madura halus premium nan eksklusif yang menjadi jujugan pesanan para desainer ternama tanah air. Pemerintah kabupaten Pamekasan pun menaruh perhatian lebih terhadap pusat kerajinan batik ini. Batik tradisional klasik sangat disukai oleh pecinta batik dari Belanda.

Lain halnya dengan penggemar batik asal Jepang lebih memilih batik podhek yang memang memiliki kaitan historis dengan pendudukan tentara Jepang di Indonesia. Batik tradisional Podhek yang merupakan varian batik Jawa Hokokai dengan ciri khas bunga sakura, awalnya merupakan pesanan sebuah organisasi perkumpulan propaganda Jepang. Dalam perkembanganya,kini, batik podhek sering kali sudah dipesan para pecinta batik kualitas premium, bahkan ketika masih dalam proses pembatikan.

Perancang busana kondang, Iwan Tirta dalam buku A Play of Light and Shades menyebutkan bahwa nama batik hokokai diambil dari nama organisasi bentukan Jepang yang sangat berpengaruh saat itu. Konon, para pemilik usaha batik memperkenalkan batik Jawa Hokokai sebagai upaya menarik simpati penguasa baru yang mengaku sebagai saudara tua dari asia timur raya. Dengan cara itu para perajin mendapat perhatian dari pemerintah pendudukan Jepang yang terus melestarikan batik tulis jenis ini.

Perkembangan batik tulis yang terus bertambah peminatnya, tidak hanya kalangan tua namun kalangan muda juga mulai menggemari model baju batik merupakan kebanggaan tersendiri bagi kami perajin batik di Pamekasan, Madura. Berbagai inovasi dalam proses pewarnaan maupun varian motif terus dikembangkan seiring dengan selera konsumen batik madura yang menuntut terciptanya motif-motif terbaru.

Bagikan informasi tentang Geliat Batik Madura di Pasar Dunia kepada teman atau kerabat Anda.

Geliat Batik Madura di Pasar Dunia | batikmadura.net

Komentar dinonaktifkan: Geliat Batik Madura di Pasar Dunia

Maaf, form komentar dinonaktifkan.

Mungkin Anda tertarik produk berikut ini:
OFF 15%
Rp 85.000 Rp 100.000
Ready Stock / BM-7081
OFF 14%
STOK HABIS
Rp 215.000 Rp 250.000
Habis / BM-1005
OFF 15%
Rp 85.000 Rp 100.000
Ready Stock / BM-7033
SIDEBAR